Siapakah Penemu Penyakit Aids Untuk Pertama Kalinya

Siapakah penemu penyakit Aids untuk pertama kalinya. Sekitar tahun 1982 kasus HIV/AIDS pertama kali dimana penemunya oleh ahli kesehatan.

Siapakah Penemu Penyakit Aids Untuk Pertama Kalinya

Yaitu di Kota Los Angeles, Amerika Serikat, ketika sedang melakukan sebuah penelitian kasus seri terhadap empat pemuda /mahasiswa.

Ternyata di diri tubuh ke-empat pemuda tadi ditemukan penyakit pneumonia (Pneumonic Carinii) yang disertai dengan penurunan kekebalan tubuh (imunitas).

Berdasarkan hasil penelitian, Penemu Penyakit Aids dari para ahli kesehatan menemukan jalan untuk penemuannya.

Disini virus HIV sendiri baru diketahui sekitar 1983 oleh Lug Montaigneur -seorang ahli mikrobiologi Perancis.

Sedangkan tahun 1984, Penemu Penyakit Aids seorang mikrobiolog asal Amerika Serikat, Robert Gallo mengumumkan pula penemuan yang sama.

Dan di Indonesia penemuan penyakit aids dari kasus HIV/AIDS diperkirakan baru diketahui pada 1987, yaitu pada seorang turis asal Belanda.

Penemu Penyakit Aids Untuk Pertama Kalinya

  • 1926 –> Dan beberapa ilmuwan menganggap HIV menyebar dari monyet ke manusia sekitar tahun 1926-1946.
  • Tahun 1982 –> Berdasarkan para ilmuwan menemukan sindrom yang dikenal sebagai GayRelated Immune Deficiency (GRID), yakni penurunan kekebalan tubuh yang dihubungkan dengan kaum gay.
  • 1983 –> Para dokter di Institut Pasteur Prancis memisahkan virus baru penyebab AIDS. Karena virus itu terkait dengan limfadenopati (Lymphadenopathy-Associated Virus-LAV).
  • 1984 –> Plemen di pemerintah AS mengumumkan, Dr Robert Gallo dari National Cancer Institute (NCI) memisahkan retrovirus penyebab AIDS dan diberi nama HTLV 111.
  • 1986 — > Di salah satu panitia internasional menyatakan bahwa virus LAV dan HTLV-III adalah sama sehingga nama virus itu diganti menjadi HIV.
  • 15 April 1987 –> Pada kasus AIDS di Indonesia pertama kali ditemukan. Bahwa seorang wisatawan berusia 44 tahun asal Belanda, Edward Hop, meninggal di Rumah Sakit Sanglah, Bali. Beritan kematian lelaki asing itu disebabkan AIDS. Sampai akhir 1987, ada enam orang yang didiagnosis HIV positif, dua di antara mereka mengidap AIDS.
  • 1987 s/d Desember 2001 –> Data dari 671 pengidap AIDS, 280 orang diantaranya meninggal dunia.
  • Bulan Feb 1999 –> Dengan meneliti jaringan yang dibekukan dari seekor simpanse dan menemukan jenis virus SIV yang hampir sama dengan HIV-1. Hasil penelitian dari University of Alabama dimana simpanse itu berasal dari subkelompok simpanse yang disebut pan troglodyte yang terdapat di Afrika Tengah Barat.
  • 2001 –> Badan UNAIDS (United Nations Joint Program on HIV/AIDS) memperkirakan jumlah Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) 40 juta. Hingga sekarang, di subsahara Afrika paling banyak terdapat ODHA, yakni 70 persen dari ODHA yang ada di dunia. Setidaknya 12 juta anak menjadi yatim piatu karena HIV/AIDS.
  • November 2001 –> Dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan obat untuk AIDS dan penyakit lainnya dalam kasus tertentu boleh tidak dipatenkan.
  • 2002 –> Sehingga 3,1 juta orang meninggal karena penyakit AIDS
baca juga : Penyakit Aids Dan Penularannya Serta Dampaknya Pada Kekebalan Tubuh

Penemu Penyakit Aids Solusi Pengobatan

Telah dilakukan kerjasama dengan berbagai negara Afrika dan Asia terus dilakukan untuk menemukan solusi pengobatan dan pencegahan terbaik bagi penyakit mematikan ini.

Dari hasil kerja mereka terhadap penelitian HIV AIDS membuat Dr Luc Montagnier dan Françoise Barré-Sinoussi menerima anugrah penghargaan Nobel dalam bidang kedokteran.

Pastinya pada tahun 27 Juli 2012, organisasi  International AIDS Society atau IAS memilih Françoise Barré-Sinoussi, Ph.D.

Dia sebagai presiden IAS yang baru dalam International AIDS Conference di Washington DC, dengan masa bertugas selama dua tahun.

Dimana Françoise Barré-Sinoussi lebih memfokuskan dalam penelitiannya pada penderita HIV AIDS terutama di daerah Afrika Sub-Sahara.

Dimana para ilmuwan meyakini sebagai daerah asal penyakit HIV AIDS.

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan data-data akurat yang diperoleh dari berbagai penelitian.

Penemu Penyakit Aids para ilmuwan mulai cari solusi untuk mengatasi penyakit HIV AIDS.

Dari dimulai dengan pencegahan seperti peningkatan fasilitas medis diberbagai daerah terjangkit.

Melakukan penyuluhan dan pengetahuan mengenai penyebab HIV AIDS terus diperbanyak, pengenalan dan pendidikan mengenai safety sex yang juga terus digalakkan.

Walaupun belum ada obat yang benar benar mampu membasmi virus HIV, Penemu Penyakit Aids serta para ilmuwan telah menemukan obat antiretroviral yang telah terbukti ampuh memperlambat pertumbuhan virus.

Dengan bantuan obat ini dapat membuat seseorang hidup lebih lama karena multiplikasi virus HIV mampu diredam.

Karena obat ini juga mampu mencegah janin dalam kandungan seorang ibu yang terinfeksi HIV AIDS tidak terinfeksi secara kogenital.

Walaupun nyatanya belum berhasil, para ilmuwan akan terus melakukan penelitian untuk menciptakan obat yang sempurna bagi para penderita HIV AIDS.

Diharapkan kedepannya jumlah penderita HIV AIDS akan semakin berkurang, dan HIV AIDS dapat dibasmi hingga tuntas.

Demikianlah ulasan mengenai Siapakah Penemu Penyakit Aids Untuk Pertama Kalinya, semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!