Cara Roasting Kopi Terenak Proses Dalam Penentuan Cita Rasa

Apa itu Roasting ? Dan bagaimana cara roasting kopi terenak ? Biji kopi yang telah di panen Memerlukan proses yang sangat panjang untuk kita konsumsi, bukan sekedar mengkonsumsinya.

Cara Roasting Kopi Terenak Proses Dalam Penentuan Cita Rasa

Akan tetapi para penikmat kopi menginginkan kelezatan dan aroma dari karakteristik yang dimiliki kopi.

Dalam peprosesan yang dilakukan adalah ;

  • mulai biji kopi yang merah lalu diproses menjadi gabah (HS),
  • lalu gabah menjadi beras
  • kopi beras (kacang hijau) di sangrai 
  • menjadi roast been, 
  • selanjutnya ditumbuk atau digiling atau dibubukkan (greender) hingga menjadi bubuk kopi
  • kemudian kopi siap diseduh dan dinikmati.

Sebenarnya yang mau bahas adalah proses Cara Roasting Kopi Terenak, sebab proses ini sangat menentukan citarasa kopi yang akan dinikmati.

Untuk proses ini akan dikatakan bahwa tahapannya merupakan proses yang sangat krusial dibanding semua tahapan pengolahan kopi.

Sehingga akan tercipta citarasa kopi yang mampu divariasikan sesuai selera, tergantung pada bagaimana Cara Roasting Kopi Terenak ini dilakukan.

Memasak kopi atau roasting Coffee merupakan pada dasarnya adalah

  • proses mengeluarkan air dalam kopi,
  • mengeringkan serta
  • mengembangkan bijinya,
  • mengurangi beratnya
  • memberikan aroma pada kopi tersebut.

Cara Roasting Kopi Terenak Proses Dalam Penentuan Cita Rasa

  • Dan apabila kopi dimasak ada suatu reaksi kimia yang menyertai sehingga karakter biji kopi pun berubah.
  • Jika proses ini memakan waktu lebih lama maka biji kopi itu dimasak, semakin banyak pula bahan kimia yang berubah karakteristiknya.
  • bila kopi di-roasting, dan kopi berubah menjadi berwarna coklat.
  • sedangkan bila biji kopi berwarna lebih gelap berarti di-roasting lebih lama.
  • Tetapi bagaimanapun, me-roasting biji kopi bukanlah suatu hal yang sederhana, dengan sesederhana memasukkannya ke alat pemanggang dan kemudian me-roastingnya.

Namun intinya biji kopi akan menghasilkan kopi yang berbeda apabila di-roasting dalam suhu yang berbeda meskipun hasil akhirnya berwarna sama, karena teknik me-roasting kopi merupakan suatu seni.

Dimana kopi juga akan berubah dari endothermic (Meyerap panas) menjadi exotermic (Menghasilkan panas) selama proses roasting.

Hasil reaksi kimia kopi pada saat di roasting menciptakan berbagai komponen yang berpengaruh pada cita rasa kopi.

Sehingga didalam proses roasting juga biji kopi akan menghasilkan “intisari biji kopi” yang berasal dari reaksi kimia yang terjadi.

Namun sebenarnya Intisari biji kopi itu berupa minyak kopi.

Dan hasil, minyak kopi menjadi coffeeol (sejenis minyak yang mengambang), namun juga bersifat larut dalam air.

Jika melalui metode pengaturan roasting, maka seseorang dapat mengatur sedikit atau banyaknya minyak kopi yang akan dihasilkan untuk setiap kali proses roasting.

Dan bagaimana cara roasting kopi terenak ?

  • Untuk menampung biji kopi yang akan dirosting berada pada tingkat kadar air 11% dan setelah proses pemanggangan, kadar air tersisa menjadi 4%.
  • Dan kenali karakter kopi yang akan dirosting dan rancang atau tentukan rasa kopi terbaik yang bisa dihasilkan.
  • Kemudian buang rasa-rasa yang dianggap sebagai kopi, misalnya rasa bersahaja, berumput, astringen, karbon, kayu atau perubahan rasa lain agar penyangraian tidak perlu lama sehingga kopi tidak gosong.
  • Lalu Green bean atau biji kopi mentah dimasukkan ke dalam mesin roasting.
  • Lalu lakukan pemanggangan sampai kopi berubah warna, dari hijau menjadi kuning, lalu kuning kecoklatan, terus coklat muda, coklat tua, coklat kehitaman, sampai terakhir manjadi hitam. Terjadi rasakan perubahan aroma biji kopi pada setiap menit proses memanggang dan terjadi dua kali letupan, yaitu pertama (crack pertama) dan letupan kedua (crack kedua).
  • Dapat melakukan roasting dengan menggunakan 3 tipe roasting dasar yang dikenakan pada Warna biji kopi, Suhu Roasting, dan Waktu selama Roasting berlangsung.

baca juga : Kopi Robusta Terbaik Didunia Yang Berkualitas Oke

Pada tingkatan Cara Roasting Kopi Terenak paling umum bisa dijadikan patokan terutama di Indonesia ada tiga tingkat  yaitu; 

  • light roast,
  • medium roast, dan 
  • dark roast.

Untuk tingkatan ini biasanya paling pas dalam memanggang biji kopi jenis arabika.

Beberapa Tingkat Roasting Kopi

1.) Cara Roasting Kopi Terenak Proses Light Roast (Coklat Muda)

Untuk tahap pada tingkatan roasting ini cita rasanya asam, aroma sangrai kurang tercium, tahapan pertama biji kopi yang telah di sangrai beberapa menit akan sedikit mengembang. 

Sebab tingkatan Light roast merupakan fase dalam roasting yang memiliki tingkat kematangan paling rendah.

Karena biji kopi akan memiliki warna coklat terang karena proses penyerapan panas yang dilakukan tidak terlalu lama, minyak juga tidak muncul pada biji kopi dan biji kopi cenderung kering. 

Sebab proses tingkatan ini Light roast memiliki suhu biji kopi berada pada kisaran 180°C – 205°C.

Sehingga pada suhu sekitar 205°C tersebut terjadi first crack dan pada saat itu pula proses roasting dihentikan.

Dimana biji kopi yang di roasting pada tingkatan ini memiliki keasaman dan caffeine yang tinggi.  

Disini dengan tingkatan roasting ini cocok bagi  orang yang menyukai rasa kopi  mencolok, karena memiliki ciri khas seperti citrusy, earthy, dan buttery.

2.) Cara Roasting Kopi Terenak Proses Medium Roast

Tahapan pada tingkatan roasting ini, memiliki cita rasa terasa manis dan aroma asap penyangraian sangat tajam tercium,

Sebab biji kopi banyak mengeluarkan asap, warnanya makin hitam sampai berminyak dan kandungan gula mulai berkarbonisasi.

Penggunanan Cara Roasting Kopi Terenak proses Medium Roasting  merupakan tingkatan roasting yang paling banyak digunakan.

Karena biji kopi akan berwarna lebih gelap apabila dibandingkan dengan light roast tetapi lebih terang apabila dibandingkan dengan dark roast.

Jadi sama seperti light roast, pada medium roast biji kopi tidak mengeluarkan minyak pada permukaannya. 

Sedangkan pada Medium roast memiliki suhu biji kopi pada kisaran 210°C dan 220°C. Sehingga pada suhu tersebut adalah suhu dimana first crack usai namun second crack belum terjadi.

Bukan saja caffeine yang lebih rendah, Cara Roasting Kopi Terenak metode medium roast menghasilkan kopi yang cenderung balance aroma, balance keasaman dan menghasilkan banyak citarasa.

3.) Cara Roasting Kopi Terenak Dark Roast

Ternyata ini merupakan tingkatan paling matang pada proses roasting kopi, apabila melebihi tingkatan ini justru kopi menjadi tidak enak.

Dengan memiliki warna biji kopi akan lebih gelap bila dibandingkan dengan tigkatan – tingkatan roasting lainnya.

Cara Roasting Kopi Terenak pada dark roast biji kopi hasil roastingan akan mengeluarkan minyak pada permukaannya.

Sehingga rasa kopi juga akan cenderung pahit dan menutupi rasa khas dari masing – masing kopi. 

Apabila proses Dark roast selesai diroasting ketika second crack usai terjadi atau pada suhu sekitar 240°C.

Ini untuk yang menyukai  kopi dengan  kekentalan (body) kopi yang tebal, sangat cocok dengan profil dark roast.

Cara Roasting Kopi Terenak

Dari beberapa perubahan warna sesuai derajat roasting dan nama-nama yang diberikan:

  • Straw —-> Merupakan proses dimana green bean sudah mulai di sangrai. Serta perubahan warna sudah kelihatan, ukuran green bean sudah mulai membesar karena proses pembakaran yang terjadi.
  • Cinnamon Roast —-> disini mulai tingkat pertama dari roasting. Tingkat right roast berada pada waktu beberapa menit sebelum “first crack”. Proses roasting pada tingkatan ini akan menghasilkan citarasa kopi dengan rasa asam yang tinggi dan tajam. Rasa atau flavor dari kopi tidak terlalu terlihat jelas pada roasting level ini. Umumnya tingkatan roasting jenis ini diminati oleh masyarakat dari Amerika.
  • New England Roast —-> Cara Roasting Kopi Terenak pada level ini akan menghasilkan citarasa yang tidak jauh berbeda dengan light roast. Dimana acidity masih mendominasi, dan warna biji kopi sudah mulai agak lebih coklat. Biasanya roasting jenis ini lebih disukai oleh masyarakat dari Amerika Utara. Karena roasting kopi pada level ini akan berhenti pada masa “first crack”. Dimana kamu mendengar crack pertama dari biji kopi, maka saat itulah anda berhenti roasting untuk menghasilkan level New England Roast.
  • American Roast —-> .Sedangkan roasting ini, memiliki warna kopi akan sedikit lebih coklat dari pada level New England Roast. Memang agak sulit untuk membedakan warna American Roast dengan New England Roast jika tidak berada pada ruangan dengan penerangan yang baik. Sebab roasting kopi pada disini akan menghasilkan rasa yang lebih balance antara Acidity dan Bitter. Dimana aroma juga akan lebih tercium. Metode dari American Roast biasanya disukai oleh masyarakat Amerika Timur.
  • City Roast —-> . Dengan warna coklat tua, warna biji lebih gelap dari American Roast. Proses roasting ini hampir baik untuk semua jenis biji kopi di dunia. Sebab roasting kopi akan menghasilkan rasa yang balance dan lembut. Sedangkan aromanya juga akan lebih terasa dari American Roast. Metode roasting kopi cara City Roast banyak disukai oleh hampir seluruh masyarakat di dunia.
  • Full City Roast —-> . Dengan memiliki warna coklat sudah lebih gelap dari city roast. Sudah mulai sedikit oily (berminyak). Jenis roasting kopi ini akan menghasilkan acidity dan bitter yang balance, ditambah juga dengan rasa manis (sweet). Karena cara Full City Roast berhenti saat “second crack”. Sebab aroma kopi akan sangat terasa pada roasting ini.
  • Vienna Roast —-> . Cara Roasting Kopi Terenak dengan kondisi setelah beberapa menit dari second crack, maka biji kopi akan semakin berwarna coklat tua. Dan pada roasting kopi disini, kamu akan merasakan keasaman yang sudah mulai berkurang, bitter yang lebih terasa. Menimbulkan aroma lebih maksimal. Serta kopi juga terlihat lebih berminyak (oily), cara ini cocok untuk di jadikan campuran espresso.
  • French Roast —-> Cara Roasting Kopi Terenak disini warna biji kopi sudah mulai menghitam. Serta minyak pada biji kopi sudah semakin jelas. Metode roasting kopi ini akan semakin menghilangkan acidity pada kopi, bitter akan sangat dominan. Karena aromanya akan terasa dengan jelas, dan cocok dijadikan campuran pada espresso.
  • Full French Roast (Italian Roast) —-> . Ini tidak jauh berbeda dengan French Roast. Cara roasting kopi ini hampir menghilangkan seluruh acidity pada biji kopi. Dimana karakter biji kopi akan semakin ringan. Serta mulai tercium bau smokey (asap), akan menghilangkan karakteristik pada kopi. Sehingga rasa kopi akan semakin intense (tajam).
  • Spanish Roast —-> Cara Roasting Kopi Terenak dengan warna biji kopi yang sudah hitam, dan minyak pada kopi akan terlihat jelas. Serta aroma dan rasa yang keluar tidak jauh berbeda dengan roasting kopi pada Full French Roast.

Cara Roasting Kopi Terenak

  • American Roast —-> .Sedangkan memanggang ini, memiliki warna kopi akan sedikit lebih coklat dari pada level New England Roast. Memang agak sulit untuk membedakan warna Panggang Amerika dengan New England Panggang jika tidak tergantung pada ruangan dengan penerangan yang baik. Karena memanggang kopi di sini akan menghasilkan rasa yang lebih seimbang antara Acidity dan Bitter. Dimana aromanya juga akan lebih tercium. Metode dari American Roast. Biasanya digunakan oleh masyarakat Amerika Timur.
  • Full City Roast —-> . Dengan memiliki warna coklat sudah lebih dari kota panggang. Sudah mulai berminyak. Jenis kopi roasting ini akan menghasilkan keasaman dan keseimbangan pahit, ditambah juga dengan rasa manis. Karena cara Full City Roast berhenti saat “crack kedua”. Sebab aroma kopi akan sangat terasa pada saat memanggang ini.
  • Vienna Roast —-> . Cara Memanggang Kopi Terenak dengan beberapa menit dari crack kedua, maka biji kopi akan semakin berwarna coklat tua. Dan pada memanggang kopi di sini, kamu akan merasakan keasaman yang sudah mulai berkurang, pahit yang lebih terasa. Menimbulkan aroma lebih maksimal. Serta kopi juga lebih berminyak, cara ini cocok untuk di jadikan campuran espresso.

Cara Roasting Kopi Terenak

  • French Roast —-> Cara Memanggang Kopi Terenak di sini warna biji kopi sudah mulai menghitam. Serta minyak pada biji kopi sudah semakin jelas. Metode memanggang kopi ini akan semakin menghilangkan keasaman pada kopi, pahit akan sangat dominan. Karena aromanya akan terasa dengan jelas, dan cocok dijadikan campuran pada espresso.
  • Full French Roast (Italian Roast) —-> . Ini tidak jauh berbeda dengan French Roast. Cara memanggang kopi ini pada tingkat keasaman biji kopi. Dimana karakter biji kopi akan semakin ringan. Mulai tercium bau smokey (asap), akan menghilangkan karakteristik pada kopi. Meningkatkan rasa kopi akan meningkat.
  • Spanish Roast —-> Cara Memanggang Kopi Terenak dengan warna kopi yang sudah hitam, dan minyak pada kopi akan terlihat jelas. Serta aroma dan rasa yang tidak jauh berbeda dengan kopi panggang pada Full French Roast.

Dari semua tingkat Cara Memanggang Kopi Terenak tepat dan sempurna, tergantung selera peminum kopinya, karena pilihannya tergantung subjektif.

Terkadang pemilihan, akan ditentukan oleh aspek geografis asal biji kopi, kebiasaan atau budaya suatu daerah.

Tetapi jikakita berbicara pada ranah roasting sebagai proses terjadinya perubahan unsur kimia, maka indikatornya dapat menjadi lebih ilmiah dan bukan lagi menjadi pendapat.

Demikianlah info mengenai Cara Roasting Kopi Terenak Proses Dalam Penentuan Cita Rasa, semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!